Langsung ke konten utama

Selayang Pandang


Derai air mata selalu mengiringi perjalanan hidup yang berliku. 

       Ternyata, benar kata orang cinta itu seperti pedang bercabang dua, saat ia di sentuh oleh orang yang tertanam iman di hatinya pedang itu menjadi bermanfaat bagi orang lain, tapi saat cinta itu di jamah oleh orang yang hatinya dikuasai nafsu, cinta itupun akan mengantarkan pada jurang kesengsaraan. Benar pula kata orang, cinta juga seperti bunga mawar saat kau tidak berhati-hati memetiknya, durinya akan melukai kulitmu.  Di dunia yang sudah mengakar tipu muslihat ini, aku yakin tidak ada cinta yang sempurna. Sesempurna mentari yang tak pernah bosan memancarkan sinarnya hingga gelap dan keheningan malam mampu membias perlahan menyambut damainya pagi buta. Sesempurna dan seindah rembulan yang senantiasa mengantarmu tidur dan mengusir mimpi buruk ketika hadir di benakmu yang lelah oleh deburan aktivitas menggunung. Dan sesempurna kasih sayang baginda nabi Muhammad yang rela menumpahkan kerlingan air matanya demi memohon agar dosa umatnya yang melebihi gunung everest bisa diampuni oleh sang Maha Cinta.
          Di dunia yang diselimuti kabut harapan ini, yang ada hanya seberapa kuat hati kita menahan goresan luka yang tercipta karena cinta. Setangguh apa diri kita melawan rasa cemburu yang bahkan membabi buta, menguasai akal sehat hingga tidak bisa menepis awan hitam dan menimbulkan perpecahan. Seberapa kuat iman dan taqwa yang mengakar di lubuk hati. Dan seberapa sanggup hati kita menghadirkan ikhlas, sabar, serta maaf saat takdir memberi kabar bahwa dia yang selama ini dicinta menjadi milik orang lain. Karena kesempurnaan cinta hanya terpancar dari Maha Dahsyat saja. Cinta manusia yang sempurna hanya tertulis di syahdu dan mendayunya bahasa novel serta tergambar dengan indah di lukisan layar saja. Mereka begitu lihay menceritakan perihal positif tentang cinta. Tapi mereka mengabaikan kehidupan cinta yang sesungguhnya. Cinta yang dipenuhi duri dalam perjalanannya mengarungi luas samudera rumah tangga. Cinta yang ditaburi pahit manis kehidupan. Hingga cinta yang sering didatangi pihak ketiga, seseorang yang tidak kita inginkan hadir di istana kita. Ah… itulah hidup.
          Kau tahu, tidak semua insan menghadirkan cinta dihatimu dengan cara yang romantis seperti film dan novel favorit mu, karena cara orang menghadirkan cinta itu berbeda-beda, ada yang sesejuk kabut pagi di pedesaan, dia memeluk tubuh mu erat hingga kau menggigil lalu pergi menyibak entah kemana saat mentari menampakkan kemilaunya. Ada juga yang seperti sambaran petir, membuatmu terkejut dengan suara gemuruhnya tapi ia hanya singgah lalu menghilang tanpa pamit. Ada pula yang datang seperti pelangi, dia hadir setelah mendung menyelimuti awan dan hujan lebat mengguyur bumi. Walapun indah tapi hanya menyapa saja. Tapi ada juga yang serupa dengan sebatang korek api, walaupun cahayanya tidak seterang mentari dan rembulan, tapi ia merelakan dirinya terbakar demi memberi seberkas sinar untuk menemanimu dalam kegelapan dan mengusir mimpi buruk yang terus menggodamu saat kau terlelap, meski akhirnya kau tidak akan menemukan korek api itu lagi saat kedua matamu terbuka di pagi hari karena tubuhnya telah termakan oleh api yang menemanimu tidur.
          Itulah hidup, memang tidak bisa dipungkiri hanya bisa disyukuri, segala anugerah Allah yang tak terbandingi nilainya meski dengan koin emas yang ditumpuk setinggi menara sofaz di Azerbaijan atau dengan intan berlian yang jumlahnya setara dengan butiran pasir di samudera hindia. Iya memang benar, cinta adalah salah satu anugerah terindah dari Allah. Tidak ada satupun makhluk di dunia ini yang tidak teraliri cinta di dalam darahnya, hanya saja bentuk dan kadarnya masing-masing bisa berbeda.       
          Memangnya pada saat kita berbicara cinta, apa yang hadir dipikiranmu? Perasaan bahagia dengan bunga-bunga yang bermekaran di hatimu atau rasa sakit yang mengoyak perasaanmu hingga berdarah atau bahkan sebuah penantian panjang yang menggoreskan rindu begitu mendalam saat orang yang kau cintai tidak menghiraukan perasaanmu sama sekali?
          Aku hanya ingin tahu dan jawab pertanyaan ini di benakmu sendiri. Bayangkan saat seseorang menggenggam lembut tanganmu dan menyatakan perasaan tulusnya di hadapanmu dengan linangan air mata yang menandakan kesungguhan, siapa bayangan yang terlintas dipikiranmu?
          Ah… itu adalah pertanyaan bodoh, mungkin sebuah kesungguhan akan lebih indah apabila didasari dengan iman dan taqwa. Sudah menjadi hal yang pasti bahwa seluruh alam semesta ini akan kembali padaNya. Begitu pula dengan cinta, ia akan lebih indah jika setiap nafasnya melantunkan dzikrullah. Bahkan bukan hanya cinta tapi juga segala sesuatu yang dilakukan karena Allah akan terasa lebih indah. Ada yang mengatakan bahwa cinta yang sesungguhnya adalah cinta yang sudah melalui ijab qabul. Lalu bagaimana dengan perasaan ini? Perasaan yang sudah terlanjur tumbuh hingga untuk memetik daunnya saja aku tidak tega, apalagi harus mencabutnya dengan sadis lalu menguburnya dalam-dalam, aku tidak yakin sanggup melakukan itu.
          Sebagian wanita memilih untuk mengungkapkan perasaanya meskipun tanpa ikatan halal tapi ada juga yang memilih memendamnya dan menyalurkan dalam doa di sepertiga malam, lalu doanya menggema diangkasa hingga bulan dan bintangpun ikut mengamini. Sakit memang memendam cinta tulus demi melindunginya agar dia tidak mempertanggungjawabkan kesalahannya apalagi itu karena drimu, ketahuilah hanya ikhlas dan sabar yang bisa menjadi pengobat rindu yang berapi api disini, iya didalam sini, di dalam perasaan yang letaknya jauh sekali dan yang bisa melihat lukanya hanya sang Maha Cinta.


(Ratna Deviana Paraton)


Komentar

Postingan populer dari blog ini

[Review] Cameleon Colorfix Lipstik #11 Assalamualaikum readers cantik diluar sana, hari ini mumpung masih pagi aku masih semangat nih mau gosipin lipstick yang baru dibeli, belinya emang gak di counter sih, aku juga baru tau ada lipstick brand cameleon (hah baru denger kayaknya). Iya karena penasaran makanya langsung di duitin. Oke kita bahas satu satu : Packaging             Lipstick ini waktu pertama beli ternyata dikemas dengan kardus berwarna ungu tua seperti gambar diatas. Dan waktu dibuka ternyata ada sekatnya lagi warna putih yang memberi batas supaya lipstick tetep diam ditempat sampai ke tangan pembeli. Tapi kerdusnya ini gede banget… lipstiknya Cuma sejari telunjuk tempatnya setelapak tangan. Dibelakangnya ada kompsisi, alamat perusahaan dan tanggal kadaluarsanya, dan aku gak nemuin logo halal. Jadi ragu nih apalagi mereknya gak terkenal, barusan tau ada lipstick merek cameleon.    ...
HAPPY BIRTHDAY TO ME             Assalamualaikum semuanya, hari ini aku lagi seneng banget, karna hari yang paling aku tunggu. Oke lebih tepatnya hari ni sweet seventeen ku.             Jujur beauties aku bingung mau nulis apa hari ini, karna rasanya seneng bercampur sedih. Senengnya aku dapet ucapan selamat dari temen temen ku karna baru kali ini aku dapet ucapan “hbd ya Ratna semoga panjang umur sehat selalu” dari temen ku sebelumnya nggak pernah. Kalo sedihnya umurku bertambah tanggung jawab juga bertambah, tapi nggak papa lah kalo itu emang harus dijalani ya kita nggak bisa nolak.             Kalo yang aku tau yah sejarahnya ulang tahun itu berasal dari daerah Yunani. Jadi katanya nih masyarakat Yunani percaya kalo dihari kelahiran seseorang makhluk jahat, setan, iblis dan temen-temennya itu dateng menghampiri...

Muslimah, Sebut Namanya Dalam Tahajudmu

Inikah cinta ? Subhanallah, kuasa Allah begitu indah….         Assalamualaikum muslimah, aku selalu berharap semoga Allah memberikan kita umur yang berkah sehingga bisa bermanfaat untuk seluruh umat :))         Muslimah, saat kita jatuh cinta pernahkah dirimu berfikir, akankah dia mencintaimu juga ?, akankah hatinya terketuk untuk menerima dirimu ?, ataukah cinta ini hanya akan berakhir dalam belenggu bayangan saja ?         Jangan biarkan semua perasaan itu menyiksa batinmu. Saat dirimu berusaha meletakkan cintamu di atas agama Allah, itu suatu usaha yang bagus, setidaknya kau sudah memiliki benteng untuk melindungi dirimu dari sakit hati, jika suatu saat nanti kau melihat dia bersama yang lain, kau masih tetap bisa bangkit, tanpa terjerat dengan kesedihan yang melukai jiwamu.         Wahai muslimah, jangan pernah bosan menyebut namanya ...