Aku ingin mengenalkanmu satu makhluk paling berperan penting dalam hidupku. Kuberi nama hati. Makhluk ini mempunyai sejuta teori irasional yang jika dicerna sering bertemu dengan “tidak masuk akal”, terlebih lagi saat dia berbicara tentang cinta. Obrolannya yang ngalor ngidul sering membuatku bingung. Dari dia pula rindu itu berasal. Perasaan asing yang sangat abstrak dari lukisan abstrak. Tapi anehnya semua insan berakal pernah mengalami, sebagian dari mereka memilih bertemu dan menyatakannya langsung, sisanya memutuskan untuk mengubur dalam-dalam dan menyerahkannya pada satu tujuan hidup manusia, Tuhan. Dari dia juga yang membuat seseorang bertahan dalam rasa sakitnya. Bisa kubilang dia adalah makhluk yang kuat, saat sudah berkali-kali jatuh dan terluka dia tetap bertahan dan menganggapnya baik-baik saja. Entah sudah berapa jahitan luka yang membalut tubuhnya tapi masih mengatakan “aku baik-baik saja”. ...
Derai air mata selalu mengiringi perjalanan hidup yang berliku. Ternyata, benar kata orang cinta itu seperti pedang bercabang dua, saat ia di sentuh oleh orang yang tertanam iman di hatinya pedang itu menjadi bermanfaat bagi orang lain, tapi saat cinta itu di jamah oleh orang yang hatinya dikuasai nafsu, cinta itupun akan mengantarkan pada jurang kesengsaraan. Benar pula kata orang, cinta juga seperti bunga mawar saat kau tidak berhati-hati memetiknya, durinya akan melukai kulitmu. Di dunia yang sudah mengakar tipu muslihat ini, aku yakin tidak ada cinta yang sempurna. Sesempurna mentari yang tak pernah bosan memancarkan sinarnya hingga gelap dan keheningan malam mampu membias perlahan menyambut damainya pagi buta. Sesempurna dan seindah rembulan yang senantiasa mengantarmu tidur dan mengusir mimpi buruk ketika hadir di benakmu yang lelah oleh deburan aktivitas menggunung. Dan sesempurna kasih sayang baginda nabi Muhammad yang rela menump...