Aku ingin
mengenalkanmu satu makhluk paling berperan penting dalam hidupku. Kuberi nama
hati. Makhluk ini mempunyai sejuta teori irasional yang jika dicerna sering
bertemu dengan “tidak masuk akal”, terlebih lagi saat dia berbicara tentang
cinta. Obrolannya yang ngalor ngidul
sering membuatku bingung. Dari dia pula rindu itu berasal. Perasaan asing yang
sangat abstrak dari lukisan abstrak. Tapi anehnya semua insan berakal pernah
mengalami, sebagian dari mereka memilih bertemu dan menyatakannya langsung,
sisanya memutuskan untuk mengubur dalam-dalam dan menyerahkannya pada satu
tujuan hidup manusia, Tuhan. Dari dia juga yang membuat seseorang bertahan
dalam rasa sakitnya. Bisa kubilang dia adalah makhluk yang kuat, saat sudah
berkali-kali jatuh dan terluka dia tetap bertahan dan menganggapnya baik-baik
saja. Entah sudah berapa jahitan luka yang membalut tubuhnya tapi masih
mengatakan “aku baik-baik saja”.
Dia pernah
meminta padaku satu hal. Sesuatu yang berkaitan tentang cinta dan Maha Cinta.
“wahai diri, apakah engkau izinkan jika dalam doamu aku titipkan sesuatu pada
Tuhan?”. Ah, mana mungkin aku tega menolaknya, lalu ia melanjutkan “tolong
sampaikan pada Tuhan, jika untuk menciptakan seluruh jagad raya beserta isinya
adalah hal yang mudah bagiNya, jika untuk menciptakan dahsyatnya surga dan
neraka bukanlah sesuatu yang sulit, apalagi hanya menyatukan dia dan dirimu
dalam satu ikatan halal”. Kutanya balik padanya “baiklah, nanti kusampaikan,
hanya itu saja?”. “ada satu lagi, jika untuk menjaga tentramnya alam semesta
hingga langit ketujuh adalah sesuatu yang kecil bagiNya, apalagi hanya menjaga
hati dan pikirannya disana untukku. Dan jika dialah yang Tuhan takdirkan
untukmu maka mohonkanlah agar langkah kalian dimudahkan untuk bersatu dalam
restu cintaNya”. Karena bagiku cukuplah Tuhan sebaik baiknya penyambung rasa,
agar seluruh rindu ini dapat mendekap hangat tubuhnya. Setiap doa yang aku
panjatan selalu tersamar oleh hembusan angin hingga debu pun tidak bisa
mendengar tapi satu yang membuatku yakin bahwa doa tersebut dapat menggema
diangkasa hingga seluruh jagad raya tau bahwa aku sangat mencintaimu, sungguh
sangat mencintaimu.
Makhluk ini
sering berdebat dengan kawanku yang lain, namanya pikiran, salah satu yang
mereka debatkan lagi-lagi soal cinta. “Pikiran” pernah meyakinkanku bahwa suatu
saat nanti ada cinta yang sudah dipersiapkan Tuhan untuk membuatku bahagia jadi
sebisa mungkin cobalah untuk melepaskan dia karena tidak ada cinta sedikitpun
dihatinya untukmu. Percayalah dia hanya kesepian dan kebetulan ada kamu. Tapi hati
selalu menepisnya. Ada satu perasaan kuat yang tertanam dalam jiwanya. Bahwa
suatu saat nanti akan ada sepetak ruang rindu di dadanya yang terisi namaku.
Sebelum dia
datang duniaku adalah sesuatu yang bahagia, sungguh sangat menyenangkan.
Rasanya tidak ada lagi yang aku inginkan, semuanya sudah diberikan Tuhan lebih
dari cukup. Tapi saat dia hadir, kebahagiaan itu semakin lengkap. Jika aku
boleh berkata pada mu, saat ini ada roda waktu yang bergulir cepat dihadapanmu,
kau akan menemukan seseorang yang setiap kau menatap matanya jantungmu
berdebar, lalu sebelum tidur bayangannya pula yang mengantarmu, kemudian saat
kau bertanya pada hatimu “perasaan apa ini? Kenapa sangat asing?” ia tidak
menemukan jawaban apapun selain jatuh cinta. Meskipun sebenarnya kau tahu
resiko dari jatuh cinta itu akan menciptakan luka.
Maka izinkanlah aku menulis tentang indahnya dirimu dalam
arsip rahasiaku yang tempatnya ada didasar hati. Sesungguhnya aku ini tidak
tahu apa-apa. Kenapa harus kamu yang merenggut perasaanku?. Sebuah takdirkah?
Atau kebetulan saja?. Adakah sesuatu yang lebih unik dan abstrak selain cinta?
Ia selalu bersemi di waktu dan tempat yang tak terduga dan aku hanya menjadi
korban dari kerinduan yang menyesatkan. Jika suatu saat Tuhan mengizinkan dirimu untuk
tahu, ketahuilah bahwa ada namamu yang terukir indah di dalam dadaku
Komentar
Posting Komentar